Menu

Cara Mengendarai Motor Kopling

Diperbarui: 15 November 2019 oleh MotoMobi

Sebagian orang yang terbiasa menggunakan motor matik tentu akan kesulitan ketika harus mengendari motor kopling. Ternyata ada Cara Mengendarai Motor Kopling yang baik dan harus anda ketahui terlebih dahulu looooooo.

Jika sudah membahas mengenai jenis motor memang cukuplah beragam salah satunya adalah jenis motor kopling yang penggunaannya cukup populer selain motor matic. Namun tahukah perbedaan dari jenis motor kopling dan matic yang tentunya sangat berbeda.

Selain itu mengendarai motor kopling juga cukup sulit dibandingkan matic. Namun tentu saja jika mengetahui cara yang benar tidak akan terlalu sulit untuk dipraktekkan.

Cara Mengendarai Motor Kopling

Cara Mengendarai Motor Kopling

Perbedaan Motor Kopling dan Motor Matic

Kebanyakan orang akan memilih menggunakan motor matic terlebih dahulu selain karena harganya yang jauh lebih murah cara mengendarainya juga tidak sulit. Sebelum mengetahui cara mengendarai motor kopling ada baiknya mengetahui perbedaan dari dua jenis motor ini.

Kedua jenis motor ini memiliki perbedaan yang cukup mencolok tentunya namun tetap memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Berikut perbedaan jenis motor kopling dan motor matic yang dapat dijadikan referensi:

1. Desain Body Berbeda Jauh

Tentu semua tahu bahwa body motor matic sangat minimalis berbeda dengan motor kopling yang besar dan mencolok. Perbedaan ini sangatlah menonjol yang membuat motor matic jauh lebih digemari wanita dan motor kopling digemari pria.

Perbedaan body ini membuat motor matic jauh lebih cocok untuk kegiatan sehari-hari. Sedangkan motor kopling cocok untuk touring dan kegiatan berat lainnya.

2. Tangki Bahan Bakar

Perbedaan dari kedua jenis motor ini terlihat pada tangki bahan bakar, dimana motor kopling meletakan tangki dengan ukuran besar pada bagian depan motor. Sedangkan motor matic posisi tangki bahan bakar ada pada bawah jok.

3. Sistem Transmisi

Berikutnya yang membedakan kedua jenis motor ini ada pada sistem transmisinya, dimana matic terkenal simpel dan cukup mengandalkan rem dan gas pada stang.

Sedangkan untuk mengendarai motor kopling diperlukan latihan serta pengingat bagian-bagian khusus. Sistem transmisi motor kopling cukup kontras dan banyak sekali bagiannya berbeda dengan motor matic.

4. Pengonsumsian Bahan Bakar

Perlu diketahui bahwa motor kopling memang terkenal dengan pengonsumsian bahan bakar yang cukup boros. Berbeda dengan matic yang jauh lebih irit namun saat ini sudah banyak motor matic yang tidak terlalu boros bahan bakar.

5. Perawatan Dan Ketahanan Mesin

Perbedaan mencolok dan sangat kontras dari kedua jenis motor ini terletak pada perawatan dan ketahanan mesinnya.

Dimana motor kopling ketahanan mesinnya lebih bagus dari matic dan perawatannya tidak terlalu sulit. Namun harga suku cadang motor kopling terkenal lebih tinggi harganya berbeda dengan matic.

Cara Mengendarai Motor Kopling Baik dan Benar

Setelah mengetahui perbedaan dari motor matic dan motor kopling selanjutnya adalah mengetahui bagaimana cara mengendarai motor dengan jenis kopling.

Tentu saja untuk pengguna motor matic akan sedikit bekerja keras untuk mengendarai motor kopling.

Namun jika mengetahui caranya sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dipraktekkan. Berikut cara mengendarai motor kopling yang baik dan benar serta wajib dipahami:

1. Mempelajari Sistem Kerja Motor Kopling

Sedikit banyak telah dijelaskan di atas mengenali sistem motor kopling yang sangat berbeda dengan motor matic. Hal mendasar ini memang harus diketahui dengan baik oleh pengguna motor kopling.

Cara kerja motor ini melalui perpindahan gigi, dimana menggunakan panel kopling yang letaknya di tuas kiri.

Saat penarikan tuas kopling akan ada tekanan pada  rem yang akan mengakibatkan motor berhenti beberapa detik saja.

Lalu gunakanlah waktu itu untuk memindahkan gigi sesuai dengan keinginan dan jalan yang ditempuh.

Mengendarai motor kopling haruslah memahami variasi gigi, dimana Ada 5 variasi gigi pada motor kopling.

Mulai dari gigi 1 yang memiliki rentang kecepatan sekitar 0 hingga 10 km per jam.

Sedangkan gigi 2 dengan rentang kecepatan 10 hingga 40 km per jam. Lalu ada gigi 3 rentang kecepatannya 40 hingga 60 km per jam. Ada juga gigi 4 dengan rentang kecepatan 60 hingga 80 km per jam.

Terakhir gigi 5 dengan rentang kecepatan hingga 100 km ke atas per jam. Letak tuas transmisi ini bentuknya mudah untuk digerakkan sehingga memudahkan perpindahan gigi.

2. Kopling Dilepas Dengan Perlahan

Sama halnya dengan penggunaan tuas pada motor matic yang mempengaruhi kecepatan berkendara pelepasan kopling pada motor kopling juga begitu.

Jika pelepasan kopling semakin pelan dan dilakukan dengan hati-hati tentunya motor akan melaju dengan pelan dan halus.

Namun jika pelepasan kopling terjadi secara mendadak dan kasar tentu saja akan membuat laju motor cepat dan itu cukup berbahaya. Sehingga ada baiknya hindari melakukan pelepasan kopling dengan kasar sehingga tentunya kendaraan akan melaju dengan sesuai.

3. Kenali Dahulu Kapasitas Mesin Dari Motor

Jenis dan merek motor kopling saat ini sudah sangat banyak dan beragam hal itu tentunya membuat kapasitas mesin yang berbeda juga. Sehingga cara mengendarainya juga berbeda.

Cara mengendarai motor kopling yang baik dan benar adalah dengan mencari tahu kapasitas dari motor yang telah sesuai oleh pabrik. Tentunya kopling dengan mesin 150cc akan sangat berbeda dengan mesin motor 250cc.

Namun walaupun begitu konsep dan cara kerjanya tetap sama hanya cukup disesuaikan saja. Jangan melepas kopling dengan kasar dan mengakibatkan hentakan yang akan mengakibatkan bahaya tentunya.

4. Kenali Engine Brake

Cara mengendarai motor kopling berikutnya adalah dengan mengenali Engine Brake secara baik dan benar. Perlu diketahui Engine Brake sendiri adalah proses pengereman yang terjadi apabila tuas gas terlepas. Terlepasnya tuas gas ini akan mengakibatkan transmisi mesin bekerja.

Sehingga saat kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi Engine Brake ini akan membuat kendaraan mengerem. Penggunaan motor kopling tidaklah jauh berbeda dengan matic yaitu jangan melakukan gerakan perubahan pada tuas terlalu tiba-tiba.

Namun pengendara pemula sering sekali melakukan kesalahan saat proses pengereman ini. Sehingga saat keadaan motor sedang melaju pada kecepatan tinggi rem dilakukan dengan buru-buru sembari menekan tuas kopling. Justru menekan kuas kopling ini akan membuat kendaraan semakin cepat melaju.

Untuk itu turunkan dahulu kecepatan laju kendaraan, baru setelah itu tarik tuas kopling. Sehingga motor akan berhenti dalam keadaan dan posisi yang benar dan tidak mengakibatkan kecelakaan.

5. Pahami Dan Latih Terus Perpindahan Kopling

Dari penjelasan di atas tentu saja semua tahu bahwa perpindahan kopling sangatlah dipengaruhi laju kendaraan. Untuk itu jika ingin mengendarai motor kopling secara baik adalah harus memahami dan selalu melatih perpindahan kopling.

Sebaiknya perpindahan gigi atau kopling dilakukan saat mesin berputar sekitar 2.300 hingga 2.500 rpm. Walaupun bukan patokan dan harus disesuaikan dengan karakter motor masing-masing namun angka tersebut termasuk yang paling aman untuk perpindahan gigi.

6. Penggunaan Gas Harus Diperhatikan

Motor matic dan motor kopling sebenarnya sistem kerjanya sama dimana gas pun sangat diperhatikan penggunaannya. Namun tentu saja kopling akan lebih sulit karena banyaknya komponen dan tuas. Sehingga penggunaan gas juga harus diperhatikan pada pengendara motor kopling.

Ada baiknya saat motor baru melaju gas ditahan secara perlahan saja. Sehingga hal itu akan membuat motor tidak terhentak dan lajunya jadi lebih halus. Penggunaan gas yang benar tentunya akan membuat pengendara terhindar dari kecelakaan atau hal lainnya yang tidak diinginkan.

7. Perlengkapan Berkendara Harus Diperhatikan

Terakhir jika telah memahami berbagai penjelasan di atas perlu diketahui juga bahwa penggunaan motor haruslah dilengkapi dengan peralatan berkendara yang aman.

Cara mengendarai motor kopling yang baik yaitu jangan lupa gunakan helm serta tetap fokus dan lajukan motor sesuai dengan aturan. Perlengkapan kendaraan ini akan meminimalisir jika terjadi hal yang tidak diinginkan saat pengendara tidak sengaja mengganti gigi saat laju motor cepat.

Share This Post
Kategori:
Tips Otomotif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *