Menu

Cara Menghitung Pajak Motor Tahunan dan Metode Pembayaran

Diperbarui: 12 November 2019 oleh MotoMobi

Bagi anda yang ingin membayar pajak, harus tau bagaimana Cara Menghitung Pajak Motor yang baik dan benar agar tidak kecolongan.

Sebagian besar para pemiliki sepeda motor banyak yang tidak mengetahui cara menghitung pajar sepeda motor, terkadang harus membayar pajak yang lebih mahal.

Pajak sepeda motor merupakan jenis pajak yang dikenakan pada setiap pemilik motor untuk pengesahan STNK. Pemilik motor wajib membayarkan pajak kendaraannya secara tepat waktu agar tidak dikenai denda. Cara menghitung pajak motor bisa tak sulit dan sudah ada rumusnya.

Pemerintah saat ini juga memudahkan metode pembayaran pajak sepeda motor secara online.

Pajak Sepeda Motor

Pajak sepeda motor merupakan salah satu pajak progresif yang persentasenya meningkat sesuai nilai objek pajak serta jumlahnya. Jadi persentase pajak akan semakin tinggi jika memiliki beberapa motor. Berikut ini skema % tarif pajak kendaraan bermotor:

  1. Motor Ke-1 : 1,5%
  2. Motor Ke-2 : 2%
  3. Motor Ke-3 : 2,5%
  4. Motor Ke-4: 4%
  5. Dan Seterusnya

Persentase pajak tersebut nantinya dihitung berdasarkan dasar pengenaan pajak motor. Ada dua dasar dikenakannya pajak motor, yaitu:

1. NJKB

NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor merupakan nilai yang ditentukan oleh Dinas Pendapatan Daerah yang diperoleh dari APM. Masyarakat bisa mengecek nilai NJKB secara online melalui website pemerintah daerah terkait.

2. Bobot Efek Negatif

Ini menunjukkan tingkat kerusakan jalan yang disebabkan oleh sepeda motor yang digunakan. Bobot ini akan dituliskan dalam koefisien dengan nilai satu atau lebih besar.

Cara Menghitung Pajak Motor

Cara Menghitung Pajak Motor

Cara Menghitung Pajak Motor Tahunan dan Dendanya

Menghitung pajak kendaraan bermotor sebenarnya cukup mudah apalagi di STNK sudah tercantum. Namun mungkin tak banyak yang mungkin peduli untuk memahami apa saja yang tercantum di STNK. Beberapa poin yang harus dipahami terlebih dahulu di STNK sebelum menghitung yaitu:

1. BBN KB

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor besarnya 10 persen dari harga kendaraan baru. Sedangkan untuk kendaraan untuk kendaraan bekas maka besarnya dua per tiga dari Pajak Kendaraan Bermotor.

2. PKB

Pajak Kendaraan Bermotor besarnya yaitu 1,5% dari NJKB. Ini akan menurun setiap tahun karena NJKB-nya mengalami penyusutan.

3. SWDKLLJ

Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas merupakan jenis sumbangan yang perlu dibayarkan oleh pemilik kendaraan bermotor dan dikelola Jasa Raharja.

4. Biaya ADM

Biaya Administrasi dikenakan bila ganti nomor yang dilakukan 5 tahun sekali. Administrasi ini juga dikenakan saat balik nama.

5. Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Denda ini dikenakan jika sudah melewati masa jatuh tempo perpanjangan STNK. Jadi sebaiknya mengurus perpanjangan dan membayar pajak tepat waktu.

Sebenarnya pemilik motor tidak perlu repot-repot menghitung sendiri karena nantinya sudah akan dihitung oleh pihak terkait. Namun jika ingin tahu metodenya bisa melihat contoh berikut ini:

Pak Tono memiliki 4 buah sepeda motor dengan tipe dan tahun yang sama. Pajak masing-masing motor tersebut juga sama (untuk kemudahan contoh penghitungan dan kenaikan pajak). Penghitungan pajak untuk setiap motor adalah sebagai berikut:

PKB: Rp300.000,-

SWDKLLJ: Rp50.000,-

NJK: (PKB x 2/3 x 100) = Rp300.000,- x 2/3 x 100 = Rp20.000.000,-

Cara menghitung pajak motor Pak Tono yaitu:

Sepeda Motor Pertama:

PKB: Rp20.000.000,- x 1,5% = Rp300.000,-

Sepeda Motor Kedua:

PKB: Rp20.000.000,- x 2% = Rp400.000,-

Sepeda Motor Ketiga:

PKB: Rp20.000.000,- x 2,5% = Rp500.000,-

Sepeda Motor Keempat:

PKB: Rp20.000.000,- x 4% = Rp800.000,-

Cara Menghitung Denda Pajak Motor

Denda pajak motor diberikan jika pemilik motor telat membayarkan pajak motor sampai jatuh tempo waktu yang dihentikan. Menurut situs pajak, besarnya denda ini sudah ditentukan setiap periode tertentu. Selain itu denda keterlambatan akan ditambahkan dengan denda SWDKLL.

Besaran untuk keterlambatan 2 hari sampai dengan 1 bulan yaitu 25 persen dari pajak kendaraan bermotor. Sedangkan untuk keterlambatan 2 bulan dan seterusnya maka rumusnya yaitu:

Keterlambatan 2 bulan atau lebih = PKB x 25 persen x bulan/12 + denda SWDKLL

Denda SWDKLL sendiri dibedakan antara roda dua biasa yaitu sebesar 35 ribu rupiah. Sedangkan roda dua yang di atas 250cc maka besar SWDKLL-nya sebesar 85 ribu rupiah. Cara menghitung pajak motor dan dendanya ini disesuaikan dengan peraturan pemerintah yang berlaku dan bisa saja berubah.

Cara Pembayaran Pajak Motor

Agar tak terkenda denda maka pemilik motor sudah seharusnya membayar pajak motornya tepat waktu. Pembayaran pajak motor ini bisa dilakukan langsung ke SAMSAT daerah tempat tinggal. Pemilik motor bisa langsung datang sendiri sehingga pengurusan tidak perlu ada tambahan biaya lagi. Berikut beberapa tahapan untuk membayar PKB:

1. Menyiapkan Berkas Yang Diperlukan

Siapkan berkas-berkas yang dibutuhkan saat membayar pajak motor. Berkas yang perlu disiapkan yaitu KTP asli dan fotokopi, STNK asli dan fotokopi, dan fotokopi BPKB. Bagi yang ingin membayar pajak lima tahunan tambahannya yaitu adanya pengecekan kendaraan bermotor di SAMSAT.

2. Mengisi Formulir Di SAMSAT

Setelah sampai SAMSAT maka bisa mengambil formulir yang ada di loket khusus. Ada formulir lain yang perlu diisi jika data STNK serta KTP tidak sama.

3. Menyerahkan Formulir Dan Berkas

Setelah selesai mengisi formulir selanjutnya menyerahkannya kembali di loket 3 yang bersebelahan dengan loket khusus. Serahkan juga berkas-berkas yang sudah disiapkan bersama dengan formulir yang diisi tadi. Petugas nantinya akan memberi nomor antrian.

4. Melakukan Pembayaran

Pemilik sebenarnya tak perlu menghitung sendiri sesuai dengan cara menghitung pajak motor yang telah dijelaskan. Petugas akan memberikan tanda pembayaran dengan jumlah pajak yang sudah dihitung. Lakukan pembayaran pada petugas tersebut sesuai jumlah yang tertulis

5. Pengembalian STNK

Setelah membayar maka perlu menunggu lagi untuk pengembalian STNK. Petugas akan memanggil nama pemilik kendaraan setelah itu diberikan STNK. Pemilik perlu melakukan pengecekan data di STNK tersebut apakah sudah benar atau tidak.

Pembayaran pajak di SAMSAT bisa dilakukan sendiri tanpa perlu adanya calo atau perantara. Namun ada sebagian orang yang tidak ingin repot sehingga meminta bantuan oranglain saat proses pembayaran. Jika tidak ingin terlalu repot maka bisa melakukan pembayaran pajak motor ini secara online.

Pembayaran Pajak Motor Online

Pemilik kendaraan bermotor sebenarnya tidak perlu menghitung sendiri sehingga cara menghitung pajak motor cukup untuk pengetahuan. Ini juga agar jika terjadi kesalahan penghitungan maka pemilik bisa mengetahuinya. Pemerintah sendiri sudah cukup memberikan kemudahan dari segi penghitungan maupun pembayaran.

Selain langsung membayar di SAMSAT, ada juga pilihan pembayaran yang lebih praktis seperti pembayaran pajak secara online. Pemilik kendaraan bisa dengan mudah membayar pajak kendaraan tersebut secara online dengan beberapa cara berikut:

1. Melalui E-Samsat

Kunjungi website samsat melalui browser internet. Setelah masuk ke menu pajak kendaraan bermotor maka masukkan kode dan dapatkan konversi nomor polisi kendaraan. Setelah itu bayar pajak sesuai jumlah yang tertera. Struk pembayaran pajak kendaraan tersebut perlu disimpan sebagai bukti.

2. Melalui ATM

Pajak kendaraan bermotor juga dapat dibayarkan melalui ATM. Di ATM tersedia menu “Bayar”, pilih “Menu Lainnya”. Selanjutnya pilih menu “Pajak/Penerimaan Negara”, lalu “E-Samsat”. Selanjutnya masukkan nomor polisi dari kendaraan maka akan tertera jumlah pajak yang perlu dibayar. Bayar pajak kendaraan bermotor tersebut dan jangan lupa menyimpan struknya.

3. Melalui SMS

Cara yang juga cukup mudah yaitu dengan mengirim SMS terlebih dahulu dengan format ESAMSAT(spasi)Nomor Rangka(spasi)NIK/KTP kirim ke 0811 211 9211. Nantinya akan ada balasan SMS berupa kode pembayaran dan jumlah pajak kendaraan yang bisa dibayarkan di ATM. Struk dari ATM nantinya dapat ditukarkan dengan SKPD di kantor pajak.

Itu dia ulasan kita tentang cara mudah menghitung dan membayar Pajak Sepeda Motor, diharapkan dengan adanya artikel ini membantu anda untuk lebih peduli pajak.

Nantikan artikel menarik lainnya seputar Tips Otomotif hanya di motomobi. Semoga Bermanfaat ya~

 

Share This Post
Kategori:
Tips Otomotif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *