Menu

Cara Mutasi Motor Luar Daerah

Diperbarui: 13 November 2019 oleh MotoMobi

Mutasi kendaraan bermotor diperlukan agar status kendaraan tersebut berubah kepemilikan sesuai dengan tempat tinggal dari pemiliknya. Ini biasanya terjadi karena pembelian motor atau mobil baru yang berada di daerah lain.

Cara mutasi motor yaitu dengan mendatangi kantor Samsat tempat tinggal. Pemilik kendaraan bisa melakukan proses mutasi sendiri tanpa perlu calo.

Cara Mutasi Motor Luar Daerah

Cara Mutasi Motor Luar Daerah

Tahapan Cara Mutasi Motor ​ 

Mutasi motor dilakukan di dua Samsat yaitu tempat asal serta tujuan mutasi. Namun prosesnya sendiri cukup mudah sehingga mutasi kendaraan tak perlu dilakukan oleh calo. Berikut ini beberapa tahapan cara mutasi motor.

1. Cek Fisik Kendaraan Di Tempat Awal

Pemilik kendaraan perlu datang bersama kendaraannya ke Samsat daerah asal. Di sana nomor rangka dan nomor mesin akan digesek oleh petugas. Setelah itu berkas yang sudah disiapkan perlu diserahkan ke loket berikut dengan gesekan nomor kendaraan.

Petugas nantinya akan memeriksa terlebih dahulu berkas yang diberikan lalu melakukan legalisir. Setelah selesai maka nama pemilik akan dipanggil lalu berkas tersebut nantinya akan diberikan kembali.

2. Mengisi Formulir Mutasi

Proses mutasi dapat dilakukan dengan pergi tempat pelayanan mutasi. Pada loket pendaftaran, minta formulir untuk balik nama dan mutasi. Petugas nantinya akan meminta berkas yang sebelumnya telah dilegalisir saat cek fisik kendaraan.

Setelah berkas dianggap lengkap maka, petugas akan memberikan formulir. Isi formulir mutasi yang diberikan sesuai dengan contoh yang biasanya ada di dekat loket. Jika ada yang tidak dimengerti maka bisa langsung menanyakan pada pihak petugas. Setelah selesai diisi maka bisa diserahkan lagi ke petugas untuk dicek.

Jika pengisian sudah tepat maka akan diberitahu berapa pembayaran mutasi motor. Biaya pendaftaran mutasi motor yaitu Rp150.000,-, sedang mutasi mobil sebesar Rp250.000,-. Lakukan pembayaran kemudian ambil tanda terima pembayaran mutasi tersebut.

Petugas nantinya akan memberitahukan tentang jadwal pengambilan berkas, biasanya 5 hari kemudian.

3. Mengambil Berkas Awal

Lakukan pengambilan berkas awal sesuai dengan waktu yang dijadwalkan. Bawa tanda terima pembayaran mutasi yang telah diterima sebelumnya. Serahkan tanda terima pembayaran tersebut pada petugas layanan mutasi.

Petugas nantinya akan memanggil nama pemilik kendaraan dan menyerahkan berkas awal. Selanjutnya pemilik kendaraan perlu ke loket fiskal. Di sana akan diberikan bukti tanda terima untuk fiskal. Proses di Samsat awal ini sudah selesai dilakukan dan bisa dilanjutkan ke Samsat daerah tujuan mutasi.

4. Datang Ke Samsat Tujuan

Dari Samsat awal, selanjutnya melakukan proses mutasi di Samsat tujuan. Ini bisa dilakukan pada pagi hari sehingga tidak perlu mengantre terlalu lama. Jangan lupa untuk membawa berkas yang didapatkan dari Samsat awal.

5. Legalisir Di Loket Cek Fisik

Pemilik kendaraan bisa langsung menuju ke loket cek fisik. Di sana berkas yang dibawa akan dilegalisir oleh petugas.

6. Fotokopi Berkas

Setelah berkas sudah dilegalisir oleh petugas dan diserahkan kembali. Selanjutnya yaitu melakukan fotokopi pada berkas tersebut. Setelah difotokopi selanjutnya serahkan berkas dan BPKB asli kembali kepada petugas.

Setelah dianggap lengkap maka BPKB akan dikembalikan dengan tanda pembayaran STNK. Petugas nantinya akan memberikan jadwal kapan pemilik kendaraan bisa datang kembali.

7. Pembayaran STNK

Pemilik kendaraan perlu datang ke Samsat kembali sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Pada loket mutasi lakukan pembayaran STNK. Biaya pembayarannya disesuaikan dengan yang sudah tertera pada poin STNK.

Biaya-biaya yang ada dalam proses mutasi dan balik nama ini ada di STNK. Beberapa komponen biaya proses mutasi tersebut antara lain:

  • Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor
  • Pajak Kendaraan Bermotor
  • Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan LLJ
  • Pembuatan BPKB Baru

Pembuatan BPKB baru merupakan tahapan terakhir dari cara mutasi motor atau mobil. Sebelum melakukan pengurusan BPKB baru siapkan berkas-berkas seperti STNK terbaru, fotokopi KTP, fotokopi BPKP, BPKB lama, fotokopi legalisir cek fisik, serta fotokopi kuitansi pembelian motor.

Pembuatan BPKB baru ini dilakukan melalui bagian Ditlantas Polda setempat. Di sana perlu membayar biaya pengurusan BPKBP sebesar Rp80.000,-

Setelah pembayaran dan menyerahkan buktinya maka selanjutnya akan diberi tanda terima pengambilan BPKB. Pemilik kendaraan perlu mengambil sesuai jadwal yang ditentukan.

Berkas yang Dibutuhkan untuk Mutasi Motor

Mutasi kendaraan bermotor bisa dibedakan menjadi dua yaitu pada satu  daerah dan mutasi di daerah yang berbeda. Saat mutasi tersebut pada Samsat yang berbeda provinsinya maka perlu ada prosedur pencabutan berkas. Sebelum mulai melakukan mutasi kendaraan di Samsat terkait maka sebelumnya perlu menyiapkan berkas-berkas sebagai persyaratan. Berkas yang diperlukan antara lain:

  • STNK (Fotokopi Dan Asli)
  • BPKB (Fotokopi Dan Asli)
  • KTP Pemilik Baru (Fotokopi Dan Asli)
  • Kuitansi Beli Motor (Asli Bermaterai Dan Fotokopi)
  • Fotokopi Akte Pendirian, Surat Kuasa Dengan Materai, Keterangan Domisili (Hanya Untuk Badan Hukum)

Persiapkan berkas-berkas tersebut sebelum mendatangi Samsat untuk proses mutasi. Jangan sampai ada berkas yang terlupa agar cara mutasi motor dapat berjalan dengan lancar.

Tips Mengurus Mutasi Motor

Mutasi motor atau mobil bagi sebagian orang mungkin dianggap sebagai hal yang merepotkan. Tak heran jika kemudian banyak yang meminta bantuan pihak lain untuk proses pengurusannya.

Pemilik motor tentunya butuh menambah biaya untuk membayar pihak ketiga tersebut. Bagi yang bingung mau mengurus sendiri, berikut ini tips mengurus mutasi motor.

1. Jangan Terburu-Buru

Jangan terburu-buru saat mengurus sesuatu, termasuk mutasi kendaraan. Persiapkan lebih dulu segala sesuatunya termasuk sepeda motor yang akan dimutasi. Pengurusan mutasi motor ini membutuhkan waktu yang tidak singkat sehingga sejak awal lakukan dengan sabar.

2. Persiapkan Berkas Sebelum Pergi

Sebelum pergi ke Samsat persiapkan dulu berkas-berkas yang diperlukan sebagai persyaratan. Fotokopi berkas-berkas penting terlebih dahulu untuk proses mutasi. Jumlah fotokopi bisa dilebihkan, misalnya fotokopi 4 kali meskipun dibutuhkan 2.

3. Datang Lebih Pagi

Lebih baik jika datang lebih pagi karena biasanya jika siang hari akan lebih ramai antriannya. Jika lebih pagi maka tidak perlu antri panjang dan proses pengurusannya bisa lebih cepat.

4. Menyiapkan Uang Dan ATM

Siapkan uang tunai serta ATM untuk mencukupi pembayaran yang diperlukan dalam proses mutasi. Jumlah uang tunai bisa disesuaikan dengan jenis kendaraan karena pengurusan motor dan mobil biayanya berbeda. Membawa ATM juga cukup penting untuk memudahkan proses pembayaran mutasi ini. Jika uang tunai tak cukup maka bisa mengambil di ATM.

5. Membawa Motor

Sepeda motor perlu dibawa saat proses mutasi apalagi untuk cek fisik kendaraan di awal. Membawa kendaraan pribadi juga memudahkan proses pengurusan jika mungkin ada berkas yang tertinggal maka mudah untuk mengambilnya kembali.

6. Catat Tahapan Cara Mutasi Motor

Proses atau tahapan untuk pengurusan mutasi motor bisa jadi membingungkan sebagian orang. Ada baiknya mencatat terlebih dahulu tahapan-tahapan apa yang perlu dilakukan. Ini agar tidak terjadi kekeliruan saat proses pengurusan, seperti mengawali dengan cek fisik di Samsat awal bukan Samsat tujuan.

7. Pilih Waktu Luang

Pengurusan mutasi motor yang dilakukan sendiri bisa dilakukan di waktu luang. Proses mutasi sendiri butuh waktu beberapa hari sehingga tidak bisa langsung jadi satu hari. Ini bisa dilakukan saat waktu istirahat atau waktu luang saat hari kerja.

Itu dia informasi kita seputar Cara Mutasi Motor ke Luar Daerah baik antara provinsi, kota dan kabupaten. Nantikan artikel menarik lainnya seputar Tips Otomotif hanya di motomobi ya. Semoga bermanfaat untuk kita semua~

Share This Post
Kategori:
Tips Otomotif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *