Menu

Contoh Surat Jual Beli Motor (Cash/Kredit)

Diperbarui: 11 November 2019 oleh MotoMobi

Surat Jual Beli Motor adalah surat perjanjian yang dibuat untuk mengikat kesepakatan antara penjual dan pembeli dalam sebuah transaksi jual beli motor.

Walaupun sudah umum dibuat namun banyak orang masih bingung bagaimana contoh surat jual beli motor yang baik dan benar.

Tulisan ini menjelaskan contoh membuatnya yang baik dan benar.

Contoh Surat Jual Beli Motor

Contoh Surat Jual Beli Motor

Kegunaan Surat Jual Beli Motor

Pertama-tama sebaiknya mengetahui apa kegunaan surat jual beli motor ini. Surat jual beli motor akan mengikat kedua belah pihak baik pembeli maupun penjual.

Kegunaannya adalah mengatur tata cara bagaimana transaksi jual beli ini harus dilakukan. Biasanya jual beli motor melibatkan uang yang tidak sedikit, dan juga pembayaran yang terkadang tidak selesai tunai di awal.

Surat perjanjian ini mengatur agar kedua belah pihak sama-sama tidak dirugikan dalam transaksi tersebut.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Sebelum masuk ke contoh surat jual beli motor ada baiknya mengetahui hal-hal apa saja yang sebaiknya ada di dalamnya. Ini penting diketahui agar saat kita membuatnya tidak ada yang terlewat dan menjadi masalah di kemudian hari.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus ada dalam surat perjanjian jual beli motor.

1. Identitas Pihak Penjual

Dalam perjanjian jual beli identitas penjual biasanya disebut dengan PIHAK PERTAMA. Hal-hal yang sebaiknya dicantumkan sebagai identitas adalah yang menunjukkan kedirian orang tersebut.

Semisal Nama, Alamat, Nomor KTP/SIM. Supaya tidak terjadi penipuan sebaiknya identitas tersebut disesuaikan dengan KTP.

2. Identitas Pihak Pembeli

Identitas pihak pembeli biasanya disebut PIHAK KEDUA. Hal-hal yang sebaiknya tercantum sama dengan pihak penjual.

Tentu saja sebaiknya disesuaikan dengan KTP pembeli.

3. Identitas (Identifikasi) Kendaraan Yang Ditransaksikan

Hal berikutnya yang harus ada adalah benda yang diperjualbelikan, yaitu sepeda motor. Hal yang harus dicantumkan adalah Identitas/identifikasi  unik yang menunjukkan sepeda motor tersebut.

Biasanya berisi model, merek, tahun pembuatan, nomor polisi, nomor BPKB, nomor rangka. Terkadang ditambahi dengan warna.

4. Kesepakatan Besar Uang Yang Dibayarkan

Hal yang harus ada berikutnya adalah besar uang yang harus dibayarkan. Sebaiknya poin ini harus diperhatikan jumlah nol yang ada.

Meskipun secara lisan sudah disepakati namun apabila jumlah nol yang ditulis ternyata tidak sama maka biasanya akan diakui yang tertulis. Sebaiknya benar-benar di cek sebelum tanda tangan.

5. Kesepakatan Cara Pembayarannya

Hal penting yang harus ada lainnya adalah cara pembayarannya. Biasanya dijelaskan bagaimana sistem kreditnya. Berapa kali harus dibayar dan yang berapa harus dibayarkan.

Selain itu penting juga diatur pembayarannya lewat tunai atau kredit, batas waktu pembayaran. Kadang didetailkan dengan melalui bank tertentu dan lain-lainnya.

6. Kesepakatan terkait Balik Nama

Dalam jual beli motor bekas biasanya ada proses pengurusan balik nama di BPKB. Ini juga bisa disepakati dalam surat perjanjian.

Terkait siapa yang mengurus dan beban biayanya ditanggung siapa, apakah penjual saja, pembeli saja dan penjual dan pembeli.

7. Kesepakatan Yang Dilakukan Apabila Ada yang Tidak Dipenuhi Oleh Kedua Pihak

Penting juga berikutnya adalah kesepakatan hal yang dapat dilakukan apabila ada salah satu pihak yang melanggar perjanjian. Terkadang hanya ditulis akan diselesaikan sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Terkadang didetailkan dengan melakukan hal-hal spesifik. Misal batas keterlambatan yang ditolelir, adanya jaminan tertentu, dan lain-lain.

Penting kiranya pihak-pihak memperhatikan pasal-pasal terkait ini agar tidak ada yang merasa dirugikan. Pasal-pasal ini terkadang bisa berat sebelah jika tidak diperhatikan.

8. Pernyataan Menandatangani Secara Sadar dan Tanpa Paksaan

Di bagian bawah pasal-pasal sebelum penandatanganan biasanya akan ada pernyataan bahwa ditandatangani secara sadar dan tanpa paksaan.

Ini penting dituliskan agar menunjukkan bahwa penandatanganan ini dilakukan tanpa ada tekanan-tekanan tertentu. Sehingga menunjukkan perjanjian ini dilakukan secara sukarela di antara kedua belah pihak.

9. Tanggal Kesepakatan dan Tanda Tangan Kedua Belah Pihak

Hal yang penting berikutnya adalah tanggal kesepakatan itu ditanda tangani serta tanda tangan kedua belah pihak. Tanda tangan ini dilakukan diatas materai.

Sebelum tanda-tangan sebaliknya kedua belah pihak membaca secara seksama asal-pasal yang ada di dalamnya.

Alangkah lebih baiknya dibacakan secara keras agar kedua belah pihak sama-sama mendengar. Tidak seperti itu juga bisa selama keduanya sudah membaca sampai tuntas.

Hal penting yang harus juga diingat bahwa kedua belah pihak harus memegang isi surat perjanjian itu masing-masing, agar kedua belah pihak memiliki dokumen untuk mengingat hasil perjanjian.

Contoh Surat Jual Beli Motor Bermaterai

Di bawah ini akan ditampilkan contoh dokumen surat jual beli motor. Perhatikan tiap-tiap bagiannya sesuai dengan poin-poin penting yang harus ada seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Ini akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu contoh yang dibayar secara kredit dan contoh dibayar secara tunai.

1. Contoh Surat Jual Beli Motor Secara Tunai

Adapun salah satu contoh surat jual beli motor yang ingin dilakukan secara tunai / cash adalah sebagai berikut.


PERJANJIAN JUAL BELI MOTOR

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama                                   : Joko Winarno

Tempat tanggal lahir       : Surabaya, 10 November 2000

Alamat                                : Jalan Ahmad Yani no.99 Kelurahan Jayabaya, Kota Surabaya

Pekerjaan                           : Wirausaha

Yang selanjutnya dalam surat perjanjian jual beli motor ini akan disebut dan berperan sebagai Pihak Pertama.

Nama                                  : Mohammad Januar

Tempat tanggal lahir       : Bandung, 17 Agustus 2000

Alamat                                : Jalan Banyu Urip no.100 Kelarahan Sawahan, Kota Surabaya

Pekerjaan                           : Wirausaha

Yang selanjutnya dalam surat perjanjian jual beli motor ini akan disebut dan berperan sebagai Pihak Kedua.

Kedua Belah Pihak sepakat melakukan jual-beli sepeda motor roda dua dengan ketrangan sebagai berikut:

Merek/Type                      : Yamaha 5TL MIO

Jenis                                   : Matic

Tahun pembuatan           : 2017

Warna                                : Hitam

Nomor polisi                    : L 5567 CT

Nomor BPKB                   : 355677904654859

Isi Perjanjian:

  • Pihak kedua membayarkan uang sebesar Rp10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). pada waktu serah terima yang telah disepakati
  • Pihak pertama menyerahkan motor, STNK, dan BPKB kepada pihak pertama pada waktu serah terima yang telah disepakati
  • Kedua belah pihak bersepakat melakukan serah terima motor pada tanggal 1 November 2019.

Dengan ini menyatakan telah membaca semua kesepakatan, dan menandatangani secara sadar tanpa ada tekanan dari pihak manapun

Surabaya, 28 Oktober 2019

Pihak Pertama                                                                                  Pihak Kedua

 

( Joko Winarno )                                                                                 ( Mohammad Januar )

 

Saksi 1                                                                                                     Saksi 2

 

(Iriana Natsir )                                                                                          (Maemunah )


Dari perjanjian diatas dilakukan secara tunai dengan waktu yang disepakati di waktu tertentu. Apabila perjanjian dilakukan tunai pada saat itu juga maka bisa dihilangkan poin 3 dan kalimat “pada waktu yang disepakati” di poin 1 dan poin 2.

Bisa juga poin nomor tiga diganti dengan “serah terima telah dilakukan pada tanggal saat surat ini ditanda tangani” Dengan begitu sudah menunjukkan pada saat menandatangani sera terima telah dilakukan.

2. Contoh Surat Jual Beli Motor Secara Kredit

Contoh Surat Jual Beli Motor Secara Kredit

Contoh Surat Jual Beli Motor Secara Kredit

Dari perjanjian diatas tampak kesepakatan secara kredit dilakukan dengan ketentuan-ketentuan yang sudah diatur termasuk cara pembayarannya. Di sana juga tercantum siapa yang menanggung biaya pengurusan balik nama dan juga diatur bagaimana apabila terjadi perselisihan.

Dengan begitu pembayaran secara kredit akan jelas mekanisme dan tanggungjawab masing-masing pihak.

Pada saat sebelum penandatanganan harapannya setiap pihak telah benar-benar memahami semua pasal-pasal yang disepakati.

Biasanya kekecewaan dan permasalahan terjadi ketika tanda tangan tetapi belum membaca setiap pasal yang ada. Apabila ada kesepakatan yang dirasa ambigu tiap pihak boleh mengusulkan pergantian redaksional di sana.

Informasi  : Contoh format surat diatas bisa anda pindahkan ke format word doc dengan cara copy-paste saja.

Demikian informasi kita tentang contoh surat jual beli motor yang baik dan benar. Semoga membantu dan bermanfaat untuk kita semua~

 

 

Share This Post
Kategori:
Motor Honda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *