Menu

Cara Membaca Ukuran Ban Motor

Diperbarui: 10 November 2019 oleh MotoMobi

Ban menjadi salah satu komponen penting dalam sebuah motor karena akan berpengaruh langsung terhadap kemampuan jalan motor di jalanan.

Untuk mendapatkan akselerasi, pengereman, pengendalian yang tepat serta menjaga keselamatan ukuran ban motor haruslah tepat.

Jika sampai terjadi kesalahan saat memilih ukuran ban maka akan berakibat fatal terhadap motor yang dikendarai.

Banyak hal yang harus dipertimbangkan saat akan mengganti ban sebuah motor agar tepat penggunaannya.

Pengendara harus mengetahui bagaimana cara memilih ban motor yang benar dengan membaca ukuran yang tertera pada permukaan motor.

Untuk itulah penting mengetahui cara membaca ukuran ban motor, simak informasi di bawah ini agar lebih memahami ukuran ban.

Tips Membaca Ukuran Ban Motor Terbaik

Untuk membaca ukuran ban motor mungkin tidak mudah bagi sebagian orang padahal sebenarnya sangat mudah dimengerti.

Jika ingin membaca ukuran ban motor matic atau ukuran ban motor bebek terbaik agar mudah sebenarnya ada tipsnya.

Di bawah ini adalah tips membaca ukuran ban untuk motor yang terbaik.

Cek Ukuran Ban

Cek Ukuran Ban

1. Kenali Dulu Tipe Bannya

Setidaknya ada dua tipe ban yang ada di pasaran jika dilihat dari jenis kode ukurannya yaitu ban imperial dan ban metric.

Kedua jenis ban ini memiliki karakteristik yang berbeda jika dilihat dari ciri fisik dan fungsinya dibuat dengan tujuan yang berbeda-beda.

Sebelum membaca ukuran ban yang terbaik adalah mengetahui atau mengenali dulu tipe ban tersebut agar bisa tepat membacanya.

Mengapa demikian? Hal itu karena cara membaca kedua jenis kode ban tersebut akan sangat berbeda dengan penggunaan kode-kode yang juga berbeda.

Pada ban imperial penulisan kode yang terdiri dari angka dan huruf dipisahkan oleh tanda minus sedangkan pada ban metric penulisan kode angka dan huruf dipisahkan dengan garis miring.

Jika sudah mengetahui jenis ban maka akan dengan mudah membaca maksud dari kode ukuran yang tertera.

2. Baca Kode Yang Tertera Pada Permukaan Ban

Kode ukuran ban biasanya tertera pada permukaan sebuah ban, maka dari itu cari kode terlebih dahulu kemudian baca dengan hati-hati.

Coba baca satu per satu angka atau huruf yang ada di sana dan setiap kode yang tertulis agar bisa menemukan ukuran yang dicari. Kode ukuran ban memiliki arti tersendiri yang harus dipahami oleh pembelinya agar penggunaannya sesuai.

Kode angka-angka tersebut sudah disesuaikan dengan motor yang membutuhkannya oleh pabrikan sehingga pembeli tinggal menyesuaikannya.

Kemampuan membaca kode tersebut sangat penting untuk menentukan ban yang tepat dan paling sesuai untuk sebuah motor. Pemilihan ban yang tepat akan memaksimalkan kinerja motor di jalanan yang dilaluinya.

3 Artikan Setiap Kode Yang Tertera

Setiap kode angka atau pun huruf yang ditulis di permukaan ban tersebut memiliki arti masing-masing sehingga harus di artikan.

Pada setiap kode yang tertulis dari depan ke belakang merupakan kode dari sesuatu yang dimaksudkan oleh produsen ban untuk dapat dipahami pembeli.

Misalnya saja pada ban imperial di sana tertulis kode yang menunjukkan lebar ban, kecepatan maksimum, diameter velg dan kekuatan ban.

Sedangkan pada ban metric kode yang dimaksud dari depan ke belakang adalah lebar ban, aspek rasio lebar dan tinggi. Kemudian kecepatan tertinggi, pabrikan, diameter rim dalam inchi dan indeks beban.

Setiap angka atau huruf yang tertulis pada kode ukuran ban memiliki arti masing-masing yang harus dipahami oleh pembeli ban.

Untuk itu harus mengartikan setiap kode yang ada di sana untuk mendapatkan ban yang paling sesuai.

4. Pahami Kode Indeks Beban

Pada ban metric terdapat kode index beban yang menunjukkan kekuatan sebuah ban menahan beban dalam satuan masa tertentu.

Index beban ban metric ditampilkan dalam bentuk kode dua digit angka yang memiliki arti khusus dan harus dihafalkan oleh pembeli.

Saat ingin membeli sebuah ban maka pembeli wajib tahu perkiraan beban motor saat digunakan untuk menentukan pilihan ban yang tepat.

Kode index beban pada ban metric ditunjukkan dengan angka paling kecil 62 dan paling besar adalah 100.

Angka-angka tersebut tentu saja memiliki arti tersendiri dalam menunjukkan seberapa besar beban maksimum yang bisa ditoleransi oleh sebuah ban.

Sebagai contohnya ban metric dengan index beban 62 memiliki arti ban tersebut dapat menahan beban maksimal sebesar 265 kg.

5. Pahami Kode Kecepatan Maksimal

Selain kode index beban juga ada kode kecepatan maksimal sebuah ban, yaitu batas kecepatan maksimal yang bisa ditoleransi oleh ban.

Setiap ban tentu memiliki kemampuan tertentu dalam melaju di jalanan dan jika melebihi kecepatan maksimalnya maka akan fatal.

Berbagai resiko kecelakaan bisa terjadi jika ban dipaksa dan terus dipacu dengan kecepatan yang melebihi kecepatan maksimalnya.

Oleh sebab itulah kebutuhan ban untuk balapan akan berbeda dengan ban yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Hal ini berhubungan dengan kecepatan maksimum sebuah ban yang harus dipahami oleh pembeli.

Kode kecepatan maksimum biasanya ditulis dalam bentuk huruf kapital dan setiap huruf melambangkan kecepatan tertentu.

Sebagai contohnya kode kecepatan maksimum U menunjukkan kecepatan maksimum yang bisa ditoleransi adalah 200 km/jam.

6. Perhatikan Baik-Baik Aspek Rasio Yang Ada

Aspek rasio merupakan kode yang menunjukkan perbandingan antara lebar ban dengan tinggi ban.

Kode aspek rasio biasanya terdapat pada ban dengan kode ukuran metric yang menggunakan perhitungan aspek rasio untuk menentukan tinggi ban.

Umumnya ban metric memiliki aspek rasio yang kecil sehingga memiliki kemampuan stabilitas dan handling yang bagus.

Pada ban imperial tidak terdapat kode untuk aspek rasio karena hanya terdapat informasi atau kode untuk lebar ban saja.

Memang informasi aspek rasio ini penting diketahui untuk penggunaan ban balap yang membutuhkan stabilitas tinggi.

Oleh sebab itu informasi aspek rasio hanya ditampilkan pada jenis ban dengan kode ukuran ban motor metric.

7. Baca Rim Diameter Secara Teliti

Setiap jenis ban motor baik kode metric atau pun imperial terdapat kode untuk diameter rim. Tentu saja karena setiap jenis motor membutuhkan informasi diameter rim saat ingin mengganti ban motornya.

Baca dengan teliti kode ukuran ban dan ketahui dengan mudah rim diameter dari kode ukuran yang tertulis tersebut. Caranya sangat gampang untuk mendapatkan informasi diameter rim sebuah ban motor.

Kode diameter rim biasanya tertulis dengan angka yang langsung menunjukkan besarnya diameter rim yang dimaksud sehingga sangat mudah diketahui.

Diameter rim sangat mudah diketahui dari kode metric atau pun imperial karena tertera dengan jelas.

Kode diameter ini biasanya terdiri dari dua digit angka seperti 17 atau 18 dan bisa diartikan memiliki satuan inchi.

Setelah mengetahui berapa diameter rim atau velg dari sebuah ban maka akan dengan mudah mencocokkan ban tersebut dengan velg motor. Pembeli akan mendapatkan ban yang sangat sesuai dengan diameter velg motor yang akan diganti bannya.

8. Baca Kode Merek Yang Ada Di Ban Motor

Untuk mengetahui merek dari sebuah ban ternyata juga bisa dilihat dari kode ukuran yang tertera di permukaannya.

Contohnya saja radial construction yang selalu menuliskan kode R pada setiap produk bannya.

Dengan demikian pembeli akan dengan mudah mengenali dan mengetahui merek sebuah ban yang akan dibeli.

Merek terkadang sangat penting bagi sebagian orang karena dianggap setiap merek akan menawarkan kualitas tertentu.

Ban dengan merek yang bagus akan memberikan kualitas premium pada pembelinya, oleh sebab itu penting seorang pembeli mengetahui kode merek dari ban.

Dengan demikian pembeli tidak akan mudah ditipu oleh montir atau mekanik saat ingin mengganti ban.

9. Lihat Tabel Konversi Jika Diperlukan

Tidak akan mudah menghafalkan berbagai kode yang tertulis pada ukuran sebuah ban baik imperial atau pun metric.

Hal itu karena banyak sekali kode yang tertulis di sana dan memiliki arti masing-masing yang sangat penting bagi pembeli ban.

Oleh sebab itu harus mengetahui semua arti dari kode-kode yang tertulis sebagai ukuran ban.

Belum lagi kode ban metric dan kode ban imperial memiliki kode dengan arti yang berbeda, sehingga semakin banyak saja yang arus dihafal.

Jika perlu pembeli bisa melihat tabel konversi kode ukuran ban untuk membantu dalam mengartikan kode-kode tersebut agar lebih cepat dan mudah.

Dengan demikian tidak membutuhkan waktu lama saat akan menentukan ukuran ban yang akan dibeli untuk mengganti ban motornya.

Tinggal melihat tabel konversi dan semua kode bisa diartikan dengan sempurna.

Namun bagi orang awam hal ini cukup sulit dilakukan karena terbatasnya pengetahuan tentang tabel konversi tersebut.

10. Mintalah Bantuan Pada Mekanik

Pembeli bisa tenang jika membeli ban kepada ahlinya karena anda bisa meminta bantuan mekanik untuk membaca kode ukuran  ban motor tersebut.

Seorang mekanik yang sehari-harinya memang sudah menangani lepas pasang ban motor pasti lebih menguasai kode-kode ukuran yang tertera pada sebuah ban.

Pembeli yang sudah kebingungan tidak memahami kode, tidak memiliki tabel konversi atau tidak bisa cara bacanya bisa meminta bantuan.

Dengan demikian pembeli dengan cepat mendapatkan ban yang tepat untuk motornya tanpa susah payah menghafalnya atau mencari tabel konversi ukuran.

Namun tentu saja akan lebih baik jika menghafal kode ukuran yang cocok untuk motor sendiri untuk menghindari penipuan.

Jika pembeli sudah menghafal dengan benar kode ukuran ban motor yang dikendarainya maka akan dengan mudah bisa membeli ban yang sama tanpa bertanya pada mekanik.

Jika mengikuti tips-tips di atas saat membaca ukuran ban maka bisa dengan mudah mengetahui ukuran ban dengan benar.

Dengan demikian bisa menyesuaikan ban motor tersebut dengan veleg motor metic atau bebek.

Ada dua jenis ukuran ban yang dituliskan pabrikan yang membuat ban tersebut yaitu kode imperial dan kode metric, keduanya berbeda cara bacanya.

Cara Membaca Ukuran Ban Motor Kode Imperial

Untuk yang pertama adalah ukuran ban motor kode imperial yang dituliskan dalam bentuk kode angka desimal dan huruf yang memiliki arti.

Agar lebih jelas dan lebih mudah untuk memahami bagaimana cara membaca ukuran ban dengan kode imperial akan lebih baik dengan melihat contoh langsung.

Misalnya untuk kode motor 4.60-H-18 4PR. Cara membaca ukuran dalam kode imperial tersebut adalah:

60

Kode pertama ini adalah kode yang ditulis paling depan dan menyatakan lebar dari sebuah ban motor. Dari kode angka tersebut bisa diketahui bahwa lebar ban adalah 4,60 dengan satuan inchi. Jadi pemilik motor bisa menyesuaikan ukuran lebar ban motor dengan velg motor yang akan dipasang ban tersebut.

H

Kode kedua yang tertera dalam ukuran ban motor adalah menunjukkan batas kecepatan maksimum yang bisa ditoleransi oleh motor yang menggunakan ban tersebut. Kode H untuk ban Imperial memiliki arti bahwa kecepatan maksimum yang bisa di terima oleh ban motor tersebut adalah sekitar 200 km/ jam.

18

Kode angka 18 dalam kode ukuran tersebut bisa diartikan sebagai ukuran diameter velg atau rim yang akan berbeda untuk motor bebek, matic atau pun sport atau trail. Jadi angka 18 tersebut menunjukkan bahwa diameter velg atau rim adalah 18 dalam satuan inchi.

4PR

Kode terakhir akan menjadi penentu seberapa kekuatan sebuah ban saat digunakan melaju di jalan raya. Pembacaan untuk kode ini disesuaikan dengan bahan pembuat ban (kain ban) yang biasanya disebut play rating. Kode tersebut menunjukkan bahwa ban tersebut menggunakan lapisan kain yang dibuat dari nilon sebanyak 4 lapisan kain ban.

Itulah cara membaca ukuran ban motor kode imperial dengan benar untuk mengetahui maksud dari kode-kode yang tertulis di permukaan ban.

Saat bisa membaca dengan benar kode ukuran ban maka bisa dipastikan akan mampu memilih ukuran yang tepat untuk motor yang dimiliki.

Cara Membaca Ukuran Ban Motor Kode Metric

Setelah mampu membaca ukuran ban motor yang dituliskan dengan kode imperial, maka selanjutnya juga harus mampu membaca kode metric.

Ukuran ban dengan kode metric biasanya dituliskan pada ban motor bebek atau pun metic.

Agar lebih mudah untuk di bawah ini adalah contoh langsung cara membaca ukuran ban dengan kode metric yang tertulis di ban motor 120/70-17 67H:

1. Kode 120

Kode pertama ini menunjukkan kode untuk lebar sebuah ban, jika dalam kode metric lebar ditunjukkan dengan satuan mili meter. Jadi jika tertulis kode angka 120 maka artinya lebar ban tersebut adalah 120 mm atau sekitar 12 cm.

2. Kode 70

Kode yang kedua menunjukkan perbandingan tinggi ban terhadap lebar ban itu sendiri. Angka 70 artinya perbandingan tinggi dan lebarnya adalah 90% dari lebar sesungguhnya.

Maka tinggi ban dengan kode 70 adalah 70% x 120 mm sama dengan 85,2 mm. Aspek rasio yang kecil pada sebuah ban ini akan mempengaruhi peningkatan stabilisasi dan handling pada sebuah motor.

3. Kode 17

Kode angka 17 merupakan kode untuk diameter velg atau rim yang ditunjukkan dalam satuan inchi. Jika ban memiliki kode 17 maka ban tersebut adalah ban motor ring 17 inchi.

Ban ini akan cocok untuk motor yang memiliki diameter velg atau rim sebesar 17 inchi.

4. Kode 67

Kode angka ini menunjukkan beban maksimum yang dapat ditoleransi oleh ban motor tersebut. Angka tersebut sebenarnya berasal dari load index  (LI) jika secara lengkap akan ditulis LI 67.

Index 67 berarti bahwa beban maksimum yang bisa ditanggung oleh ban motor tersebut adalah sebesar 307 kg. Jika beban di atasnya melebihi batas toleransi tersebut maka akan mengakibatkan masalah serius.

5. Kode H

Kode terakhir dalam ukuran ban motor metric adalah menunjukkan batas kecepatan yang bisa ditoleransi ban motor tersebut. Masih sama dengan ban dengan kode imperial, huruf tertentu akan menunjukkan batas kecepatan tertentu pula.

Untuk huruf H memiliki arti bahwa ban tersebut memiliki kecepatan maksimal 210 km/ jam.

Nah, itulah hasil pembacaan dari kode metric yang tertulis sebagai ukuran ban motor di permukaan sebuah ban.

Dari kode yang tampaknya hanya sedikit berupa angka tersebut ternyata tersimpan banyak informasi penting yang dibutuhkan dalam memilih ban motor.

Dengan mengetahui semua informasi penting tersebut maka pemilik motor bisa memilih ban motor yang tepat untuk motornya.

Ciri-Ciri Ban Motor Dengan Kode Metric

Selain memiliki kode khusus ternyata ban dengan kode metric juga memiliki ciri-ciri khusus yang bisa dilihat dan dirasakan oleh penggunanya.

Secara fisik dan penggunaan sangatlah mudah menemukan ban metric dengan melihat ciri-cirinya yang tampak jelas.

Di bawah ini adalah ciri-ciri dari ban metric yang ada di pasaran ban motor di Indonesia.

1. Pinggul Ban Lebih Lebar

Bila dilihat dari bentuk fisiknya ban metric memang sedikit berbeda dengan ban imperial pada umumnya. Memang setiap ban memiliki desain dan keunikannya masing-masing, seperti ban yang memiliki kode ukuran metric ini misalnya memiliki pinggul ban yang lebih tinggi.

2. Nyaman Digunakan Menikung Pada Kecepatan Tinggi

Desainnya yang dibuat lebih lebar dengan pinggul di permukaannya memiliki fungsi untuk meningkatkan traksi. Dengan traksi yang meningkat maka akan sangat nyaman digunakan menikung ekstrem dalam kecepatan yang tinggi.

3. Sering Digunakan Sebagai Ban Motor Balap

Banyak yang berfikir bahwa ban metric memiliki keunggulan lebih banyak dibandingkan dengan imperial. Pasalnya lebih banyak digunakan untuk motor balap, desainnya memang sangat cocok digunakan untuk motor yang akan digunakan balapan.

Namun juga tidak menutup kemungkinan untuk digunakan oleh motor dengan penggunaan sehari-hari dan tetap mampu memberikan rasa nyaman.

4. Dinding ban sedikit lebih rendah

Ban metric memiliki aspek rasio yang lebih kecil dari ban imperial sehingga dinding bannya akan lebih rendah pada ban metric.

Tingginya dinding ini memiliki pengaruh ada kemampuan meredam getaran lebih baik.

Akan tetapi pada penggunaan sehari-hari ban metric pun tetap nyaman digunakan dan belum ada keluhan akan hal ini.

Itulah ciri-ciri ban motor dengan kode metric yang bisa dilihat dan bisa dijadikan sebuah bahan pertimbangan saat akan memilih ban.

Agar tidak sampai salah pilih dan bisa memilih dengan tepat ban motor sesuai dengan jenis motornya karena setiap jenis motor pasti membutuhkan ban yang berbeda.

Misalnya saja ban motor beat, vario tentu akan berbeda dengan ban motor Supra karena memang jenis motornya berbeda.

Indexs Beban Ban Motor

Setiap ukuran ban motor memiliki index beban ban motor sendiri-sendiri yang dituliskan dalam bentuk kode.

Index beban ini memiliki arti tersendiri yang menunjukkan beban maksimum yang bisa ditoleransi oleh motor yang menggunakan ban tersebut.

Di bawah ini adalah kode index beban yang sering tercantum pada ukuran ban motor apa pun itu beserta artinya.

1. Kode 62

Merupakan kode angka yang digunakan untuk menunjukkan beban maksimal ban sebesar 265 kg. Jika melebihi beban maksimal tersebut maka resiko kerusakan ban lebih cepat akan terjadi.

2. Kode 63

Merupakan kode angka yang digunakan untuk menunjukkan beban maksimal ban sebesar 272 kg. Jika melebihi beban maksimal tersebut maka resiko kerusakan ban lebih cepat akan terjadi.

3. Kode 64

Merupakan kode angka yang digunakan untuk menunjukkan beban maksimal ban sebesar 265 kg. Jika melebihi beban maksimal tersebut maka resiko kerusakan ban lebih cepat akan terjadi.

4. Kode 66

Merupakan kode angka yang digunakan untuk menunjukkan beban maksimal ban sebesar 300 kg. Jika melebihi beban maksimal tersebut maka resiko kerusakan ban lebih cepat akan terjadi.

5. Kode 68

Merupakan kode angka yang digunakan untuk menunjukkan beban maksimal ban sebesar 315 kg. Jika melebihi beban maksimal tersebut maka resiko kerusakan ban lebih cepat akan terjadi.

6. Kode 70

Merupakan kode angka yang digunakan untuk menunjukkan beban maksimal ban sebesar 335 kg. Jika melebihi beban maksimal tersebut maka resiko kerusakan ban lebih cepat akan terjadi.

7. Kode 73

Merupakan kode angka yang digunakan untuk menunjukkan beban maksimal ban sebesar 365 kg. Jika melebihi beban maksimal tersebut maka resiko kerusakan ban lebih cepat akan terjadi.

8. Kode 75

Merupakan kode angka yang digunakan untuk menunjukkan beban maksimal ban sebesar 287 kg. Jika melebihi beban maksimal tersebut maka resiko kerusakan ban lebih cepat akan terjadi.

9. Kode 80-89

Merupakan kode angka yang digunakan untuk menunjukkan beban maksimal ban sebesar 450-580 kg. Jika melebihi beban maksimal tersebut maka resiko kerusakan ban lebih cepat akan terjadi.

10. Kode 90-100

Merupakan kode angka yang digunakan untuk menunjukkan beban maksimal ban sebesar 600-800 kg. Jika melebihi beban maksimal tersebut maka resiko kerusakan ban lebih cepat akan terjadi.

Nah itulah kode index beban ban motor yang penting untuk diketahui karena akan sangat mempengaruhi performa motor di jalan. Saat menggunakan ban dengan index beban yang tidak sesuai maka motor tidak bisa dikendarai dengan baik atau lajunya tidak maksimal.

Kerusakan lainnya seperti kondisi ban yang  cepat aus juga akan mudah terjadi bahkan bisa meletus tiba-tiba. Maka dari itu penting mengetahui kode index beban beserta artinya yang tertera seperti di atas.

Kode Batas Kecepatan Ban Motor

Selain batas beban yang sudah dibahas di atas, ban motor dengan ukuran tertentu tentu saja memiliki batas kecepatan yang sangat jelas. Angka tersebut merupakan angka toleransi kecepatan maksimal yang bisa ditempuh oleh sebuah motor yang menggunakan ban tersebut.

Namun seringkali pengendara mengabaikan kode tersebut karena ketidaktahuan. Di bawah ini adalah kode batas kecepatan dan artinya:

  • Q: Kode huruf Q ini digunakan untuk menunjukkan bahwa kecepatan maksimal sebuah ban adalah 160 km/ jam.
  • S: Kode huruf S ini digunakan untuk menunjukkan bahwa kecepatan maksimal sebuah ban adalah 180 km/ jam.
  • T: Kode huruf T ini digunakan untuk menunjukkan bahwa kecepatan maksimal sebuah ban adalah 190 km/ jam.
  • U: Kode huruf U ini digunakan untuk menunjukkan bahwa kecepatan maksimal sebuah ban adalah 200 km/ jam.
  • H: Kode huruf H ini digunakan untuk menunjukkan bahwa kecepatan maksimal sebuah ban adalah 210 km/ jam.
  • V: Kode huruf V ini digunakan untuk menunjukkan bahwa kecepatan maksimal sebuah ban adalah 240 km/ jam.
  • W: Kode huruf W ini digunakan untuk menunjukkan bahwa kecepatan maksimal sebuah ban adalah 270 km/ jam.
  • Y: Kode huruf Y ini digunakan untuk menunjukkan bahwa kecepatan maksimal sebuah ban adalah 300 km/ jam.
  • Z: Kode huruf Z ini digunakan untuk menunjukkan bahwa kecepatan maksimal sebuah ban adalah 240 km/ jam.
    Dengan mengetahui arti kode batas kecepatan tersebut maka pemilik motor bisa mengontrol laju motornya sesuai batas toleransi maksimum.
    Ban motor akan awet dan pengendara pun mampu menjaga keselamatan dirinya karena ban tidak akan Meletus di jalanan.

Demikian ulasan kita tentang cara mudah membaca ukuran ban motor yang dapat langsung di aplikasi kepada rekan otomotif sekalian.

Nantikan informasi menarik lainnya hanya di Motomobi.id ya

Share This Post
Kategori:
Tips Otomotif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *